Perikanan tangkap merupakan kegiatan yang sangat komplek.  Kekomplekan tersebut ditandai minimal dari 3 aspek yang menyokong sistem perikanan tangkap yaitu subsistem alam, subsistem manusia dan subsistem manajemen.  Subsistem alam menerangkan betapa kompleksitas hubungan ikan dengan lingkungan di sekitarnya, baik fisik, biologi maupoun kimia.  Lingkungan berpengaruh terhadap keberadaan ikan, dalam berbagai tahapan siklus hidup ikan mulai dari proses pemijahan sampai ikan dewasa.  Lingkungan akan berpengaruh terhadap keberlangsungan ikan, sehingga untuk mempertahankan hidupnya ikan menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya dengan cara melakukan migrasi baik vertikal maupun horisontal.

Sementara di dalam ekosistem laut, ikan melakukan interaksi intra dan interspesies.   Hubungan-hubungan tersebut mengakibatkan adanya ketergantungan antar species.  Sehingga keberadaan ikan akan mempunyai ketergantungan terhadap yang lain.  Sebagai akibatnya, perubahan stok suatu jenis ikan akan berdampak terhadap kesetimbangan ekosistem alam.

Dalam konsep ekosistem modern, ekosistem tidak dipandang sebagai hubungan antar lingkungan makhluk hidup dan lingkungannya, tetapi juga memperhatikan dampak manusia terhadap ekosistem.  Konsep ini dikembangkan dengan mempertimbangkan dampak yang begitu besar dari aktivitas manusia terhadap lingkungannya.

Kegiatan  perikanan tangkap, sehingga tidak dipandang sebagai kegiatan yang sederhana lagi, dan diasumsikan sebagai sumberdaya yang dapat pulih, tetapi justru harus dipandang sebagai kegiatan yang beresiko.  Atas dasar tersebut, maka kegiatan manajemen perikanan tangkap penting untuk dipelajari, dikembangkan dan diterapkan

Salam,

Bogor, Februari 2012