July 2017
S M T W T F S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
July 2017
S M T W T F S
« Mar    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
Bogor – Promosi dan sosialisasi Institut Pertanian Bogor kepada lulusan SLTA di Kediri, Jawa Timur, dilakukan secara “lesehan” (duduk tanpa kursi atau di lantai).

“Tingginya antusiasme para pengunjung, membuat gerai IPB menjadi penuh sesak. Kursi yang disediakan tidak cukup menampung yang datang sehingga dilakukan dengan ‘lesehan’,” kata Kepala Humas IPB Ir Henny Windarti, M.Si kepada ANTARA di Bogor, Jawa Barat, Senin.

Dalam rangka memperkenalkan IPB kepada berbagai SLTA, IPB berkeliling ke berbagai daerah, termasuk mengikuti berbagai pameran pendidikan pada “Ekspo Pendidikan Tinggi” di SMAN 1 Kediri, Jawa Timur, yang diikuti sebanyak 28 perguruan tinggi se-Indonesia, aneka produk IPB yang ditampilkan menjadi daya tarik kehadiran ratusan siswa dan orang tua untuk memasuki gerai IPB berukuran 8 x 9 meter.

Di antara produk itu adalah boneka horta yang digantung di pintu masuk, hingga brownies singkong dan jambu kristal yang bisa dicicipi.

Ia menjelaskan, ratusan pelajar rela duduk lesehan untuk mendengarkan paparan narasumber, yakni Wakil Direktur Tingkat Persiapan Bersama IPB Dr Eko Sri Wiyono, disertai para mahasiswa IPB asal Kediri yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Jayabaya (Kamajaya).

Hasilnya, dalam satu sesi paparan yang membutuhkan waktu sekitar satu jam, diperoleh lima siswa SMA dari sekolah yang berbeda, yang menyatakan siap memilih IPB sebagai perguruan tinggi selepas mereka lulus SMA.

Cessi Azkia Lelana misalnya, siswa SMAN 1 Kediri ini ingin masuk Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB.

Kesiapan Cessi dan pelajar lainnya ternyata juga didukung oleh orang tua masing-masing yang ikut serta berkunjung ke gerai IPB.

Henny Windarti menambahkan, sebelumnya IPB melakukan promosi dan sosialisasi kepada lulusan SLTA di Semarang, Jawa Tengah.

“IPB mengikuti pameran di SMAN 1 Semarang dalam rangka promosi dan sosialisasi IPB di wilayah Semarang dan Jawa Tengah lainnya,” kata juru bicara IPB Ir Henny Windarti, M.Si di Bogor.

Ia menjelaskan, kegiatan yang sama juga dilakukan IPB pada Januari 2012 di Jombang, Jawa Timur, melalui pameran perguruan tinggi/pendidikan profesi.

Kegiatan tersebut merupakan wahana yang dibuat oleh Musyawarah Guru Bimbingan Konseling SMA/SMK/MA se-Jombang untuk memberikan wawasan dunia pendidikan tinggi serta memacu minat mereka untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Henny Windarti, dalam kegiatan di Semarang itu, Wali kota Semarang Soemarno singgah di gerai IPB yang dijaga oleh Wakil Rektor Bidang Bisnis dan Komunikasi Dr Ir Arif Imam Suroso, dan Sekretaris Eksekutif Dr Ir Bonny PW Soekarno dan petugas lainnya.

Dikemukakannya bahwa wali kota Semarang sempat menuliskan pesan “Tingkatkan Pengabdian Kepada masyarakat” saat membubuhkan pesan di atas buku tamu IPB.

Ia menjelaskan, lebih dari 300 siswa, 10 guru bimbingan konseling, dan lima orang kepala sekolah dari 14 SMA se-Kota Semarang hadir dalam pameran yang diselenggarakan OSIS SMAN 1 Semarang itu.

Kegiatan pameran tersebut juga turut diramaikan dengan hadirnya 21 perguruan tinggi se-Jawa Tengah, DKI dan Jawa Barat. (*)

BOGOR-Institut Pertanian Bogor (IPB) di Jalan Raya Dramaga Kampus IPB, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, mengundang 15 sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Bogor.

Ke-15 sekolah itu adalah SMAN 1, 2, 3 Cibinong, SMAN 1 Citeureup, SMA Indocement, SMA PGRI Cibinong dan SMA Daruttaqwa. Kemudian SMA Al-Madinah, SMA Citranusa, SMA Al-Nur, SMAN 1 Gunungputri, SMAN 2 Gunungputri, SMA Fajar Hidayah, serta SMA Global Mandiri dan SMAN 1 Cileungsi.

Ini merupakan acara perkenalan IPB kepada sejumlah SMA yang berlangsung di gedung SMAN 1 Cibinong, Jalan Mayor Oking Jayaatmaja, Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini juga dalam rangka penjaringan mahasiswa baru.

Menurut Wakil Direktur Tingkat Persiapan Bersama (TPB) IPB, Eko Sri Wiyono, IPB sudah memiliki target penerimaan mahasiswa baru.

Untuk jalur undangan, mereka menargetkan 65 persen, beasiswa utusan daerah (BUD) sepuluh persen, tes SMPTN 20 persen, serta prestasi nasional dan internasiona lima persen.

“Kami memperkenalkan IPB hingga keluar daerah untuk menjaring siswa. IPB sudah menjadi percontohan sebab tidak memungut biaya tinggi,” paparnya.

Untuk mahasiswa baru IPB berbagai macam jurusan, lanjutnya, akan diberikan mata kuliah dasar.

“Mahasiswa baru ini akan digembleng untuk pemantapan. Dan biasanya dalam satu tahun ada saja mahasiswa yang di-drop out dengan alasan tidak memenuhi kualifikasi indeks prestasi kumulatif (IPK),” kata Eko saat menjelaskan kepada seluruh siswa dari 15 sekolah, Rabu (29/2).(cr3)

Sehubungan dengan perkembangan ilmu, maka mayor pasca sarjana PSP yang tadinya 2 menjadi satu dengan nama Teknologi Perikanan Laut